Search
Archives

Kenapa Harus Kimia??

Kenapa Harus Kimia,

Hmm, sebenarnya masih suka bingung sampai sekarang kenapa pilih kimia di ujian SNMPTN. Mungkin alasan yang paling pertama adalah realistis sama kemampuan diri sendiri sehabis ngeliat nilai try out terakhir. Tapi klo ngomongin kenapa pilih kimia, sedikit banyak berkaitan sama cerita jaman SMA dulu dan impian masa kecil.

Dari dulu (mungkin dari jaman-jaman SD), saya enggak pernah kepikiran buat jadi dokter atau masuk di jurusan kedokteran. Entah kenapa, saya juga nggak tau. Mungkin karena saya dari kecilnya jarang sakit kali yah (Hhe, Ngasal). Dan sejak jaman ini juga, Bapak saya selalu menceritakan ( dan menyarankan ) tentang profesi wartawan atau jurnalis. Mulai saat itu, saya menghafalkan seluruh nama-nama anchornews di TV. Tapi saya sakit hati ketika Anchornews favorit saya pindah ke TV swasta lain yang saya kurang suka. Saya suka mengkhayal sendiri, meliput arus mudik dan berlebaran di jalan, pergi untuk meliput daerah konflik, meliput daerah bencana, atau sekedar liputan ringan tentang potensi wisata suatu daerah. Entah, biarpun saya sudah ada disini, belajar Kimia organik, Anorganik, dll nya,tapi keinginan itu sampai sekarang masih ada.

Pertama dapat pelajaran kimia, di kelas X, di sini berasa banget gimana susahnya belajar kimia, karena kelompok saya selalu salah paling banyak pas ngerjain latihan soal, kelompok saya selalu bawa pulang PR yang banyak sebagai hukumannya. Sering juga saya ikut klub remedial kimia di sekolah (sebenarnya fisika juga). Pas naik ke kelas XI, guru kimia juga berganti. Kali ini yang ngajar kimia adalah, seorang ibu guru muda yang sangat lembut, tapi biarpun ibunya lembut saya tetep sering ikut klub remedial kimia di sekolah.

Tahun terakhir di SMA saya justru pindah sekolah, dari swasta jadi negri, Jangan Tanya kenapa alasannya, saya nggak akan jawab, hhehe. Disini, guru kimia saya (kata kebanyakan teman) orang yang judes dan pilih kasih sama kelas yang disitu beliau menjadi wali kelasnya (yang pasti bukan kelas saya). Tapi, entah karena ketidakpedulian guru tersebut sehingga saya banyak mengulang pelajaran sendiri (Disini mulai tumbuh kesadaran kalau sebentar lagi akan ujuan nasional) atau karena materi kimia di level ini yang mudah, saya enggak pernah remedial kimia lagi (walaupun fisika masih). Ditahun ini juga, kakak yang umurnya paling deket dengan saya mulai kuliah, dia ngambil jurusan kimia ketika tes dan Alhamdulillah lulus. Saya sering sekali melihat dia mengerjakan laporan-laporannya dan sering juga saya mendengar cerita-ceritanya selama tahun pertama di kampusnya. Mungkin karena ini atau karena saya yang mulai jarang remedial kimia atau juga karena saya yang mulai sering memikirkan masa depan (waktu itu udah deket banget sama waktu ujian-ujian masuk universitas), tumbuh di hati saya kecendrungan untuk memilih jurusan kimia , biarpun cuma sedikit.

Terus, kenapa akhirnya kimia?

Seperti yang udah dibilang tadi, Realistis, Nilai try Out terakhir saya enggak memungkinkan untuk ngambil jurusan yang menjadi keinginan saya secara rasional. Saya kepingin banget ngambil jurusan Psikologi, Kalaupun ada universitas yang standar kelulusan jurusan psikologinya sesuai dengan nilai try out terakhir saya, universitas itu pasti adanya di luar jabodetabek dan bandung, sedangkan saya ingin PT yang dekat dari rumah saya.

Sekarang saya sudah ada disini, belajar kimia, dengan doa ibu yang selalu menyertai saya. meskipun saya masih sering berpikir apakah ini sebuah keputusan bodoh atau bukan (akibat nilai yang sering jelek). Tapi saya yakin, ini jalan yang ditunjukkan Allah untuk saya, jalan yang harus saya lewati untuk menuju desa indah nan eksotis, atau jalan yang akan mengantar saya ke kota-kota ramai agar bisa sampai pada bandara tertentu yang akan mengantar saya kejalan selanjutnya, yang pasti jalan ini akan mengantar saya menuju masa depan yang penuh kesempatan. Aamiin.

Intinya,

1.Doa ibu itu sangat mujarab, Tuhan akan mendengarnya walaupun mewujudkannya entah kapan, jadi sayangi ibu mu.
2. Berpikir sebelum bertindak atau kau akan menyesali nya seumur hidup, jangan memutuskan suatu hal penting dengan alasan bodoh.
3. Kalau kau yakin akan cita2 mu jangan pernah ragu2 tidak ada pekerjaan paling menyenangkan melainkan pekerjaan yg kita inginkan.

4. Allah akan memberikan yang terbaik buat kita, bukan apa yang kita butuhkan.

http://tipsanda.com/2009/04/30/tips-cermat-memilih-jurusan-kuliah/

http://yucanaza.blogspot.com/2010/11/kenapa-harus-kimia.html

http://pezpez.wordpress.com/category/uncategorized/

http://spmblover.18.forumer.com/a/panduan-memilih-jurusan_post99-165.html

http://daffahanif.blog.friendster.com/2006/10/flashback/